Showing posts with label article. Show all posts
Showing posts with label article. Show all posts

Kelas 12: Liburan Ngapain, Ya?

Lagi liburan, ya?

Kalau dihitung-hitung sih, liburan anak sekolah itu masih dua minggu lagi. Masih panjaaaang banget. Belum lagi nanti habis masuk sekolah bentar, eh udah libur lebaran. Asyik banget ya kayaknya?

Ada anak kelas 12 yang udah rajin stalking akun-akun twitter yang isinya info tentang UN, SNMPTN, SBMPTN, dan kawan-kawannya itu? Kalau ada, pasti pernah baca tweet yang isinya minta kalian untuk belajar.

  Ya ampun, lagi liburan gini masa belajar, sih?  
Hayo, siapa yang berpikiran kayak gini? Banyak deh pasti. Iyalah, lagi enak-enak dapat jatah liburan setelah pusing sekolah dan UKK kok disuruh belajar? Gak asyik!

Bi-Pro Magazine Menuju Situs Bisnis dan Promosi Nomor 1

Kenapa Bisnis dan Promosi Itu Penting?


Bisnis berkaitan dengan ekonomi. Orang-orang berbisnis karena berusaha untuk meningkatkan kehidupan ekonomi mereka dan masyararakat lain, yang tentunya berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Indonesia boleh saja menjadi peringkat sepuluh ekonomi dunia, seperti yang dilansir di Yahoo!. Tetapi, faktanya Indonesia kekurangan pengusaha. Miskin pebisnis. Saat ini, berdasarkan informasi di Liputan6.com, ternyata hanya sekitar 1% dari seluruh rakyat Indonesia yang menjadi pengusaha. Itu jumlah yang sangat jauh untuk menyusul kuantitas pengusaha di negara maju.

Memang, kebanyakan negara berkembang kurang memiliki pebisnis. Masyarakatnya lebih menggantungkan ‘bekerja untuk orang lain’ bukannya ‘mempekerjakan orang lain’. Padahal, pengusaha memiliki kontribusi yang besar untuk kemajuan Indonesia. Merekalah si penggerak ekonomi.

Jika membicarakan bisnis, secara tidak langsung kita akan membahas promosi. Dalam berbisnis, diperlukan gerakan agar bisnis lebih maju dan dipercaya masyarakat luas. Perlu promosi yang tepat dan cermat agar orang-orang di dalam maupun luar negeri mengenal bisnis yang kita miliki.

Kami, Pemuda Masa Depan Indonesia

Bergulirnya waktu mengiringi perubahan-perubahan yang terjadi secara global. Fluktuasi semacam ini tentu berpengaruh juga terhadap Indonesia.

Indonesia, sebagai negara kepulauan yang luas dengan berbagai macam kulturnya, rawan 'tersandung' jika para penguasa atau dalam hal ini pemerintah tidak dapat mengontrolnya dengan bijak. Pernah, negara kita ini diprediksi akan menjadi seperti Uni Soviet, Yugoslavia, atau Czechoslovakia yang terpecah belah. Kenyataannya, hal ini tidak terbukti sebab adanya program desentralisasi (lewat otonomi daerah) yang dicanangkan tahun 1999.[1] Ini menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia akan selalu bisa bertahan melawan gejolak yang terjadi kelak. 

Bagaimanakah masa depan Indonesia?

Semuanya ada di tangan para generasi muda. Yang hari ini masih berusia remaja, bersekolah, dan tertawa-tawa bersama teman-temannya inilah yang nantinya akan memegang kendali negara ini.

foto: lpmedents.com

Lalu, bisakah para pemuda kita bertahan di masa depan? Bisa. Tentu saja bisa. Faktor utamanya; mau atau tidak?

Kemauan dan kepercayaan diri bisa meningkatkan keyakinan kita. Faktanya, ada banyak bukti nyata yang menunjukkan kekuatan Indonesia yang sesungguhnya. Pada tahun 1908, Budi Utomo—organisasi pemuda pertama, muncul di Indonesia lalu menjadi awal pergerakan nasional. Mereka berdiri tegak di tengah keguncangan negara yang dijajah Belanda. Organisasi ini memicu semangat pemuda lain untuk bergerak. Usaha meraih kemerdekaan terus berkembang. Kemudian, pada tahun 2008 lalu, Indonesia menjadi salah satu negara yang bertahan di tengah krisis ekonomi global.

Dino Patti Djalal: Nilai-nilai Baru Perlu Diinjeksi

Dino Patti Djalal lahir di Beograd, Yugoslavia, pada 10 September 1965. Sebelumnya, Dino Patti Djalal adalah Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat yang dilantik pada 10 Agustus 2010 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tahun ini, Dino Patti Jalal ikut serta mencalonkan diri sebagai presiden. Beliau menjadi peserta konvensi Capres Partai Demokrat.

sumber: twitter.com

Dalam Seminar "Studentpreneurs: The Importance of Entrepreneurship for Social Changes in Indonesia" di Auditorium Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Senin (24/2), Dino Patti Djalal menyampaikan bahwa ada nilai-nilai yang perlu diinjeksi dalam mental rakyat Indonesia dalam berwirausaha. Pendapatnya mungkin saja didasari fakta bahwa Indonesia berada di peringkat 120 dari 183 negara dari segi kemudahan membuka usaha menurut data World Bank.

Apa saja yang perlu diinjeksi? Nilai-nilai tersebut adalah berpikiran terbuka (open minded), berani mengambil resiko (risk taking), relationship/networking, percaya diri, inovasi, dan melihat dunia sebagai pasar dan sumber kekuatan. 

Nilai pertama, berpikiran terbuka (open minded). “Kita harus terbuka pada ide ide baru dan tidak boleh bersikap xenophobia," tutur Dino.