Menghafalkan arah dan jalan itu nggak mudah, setidaknya begitu menurutku. Aku cenderung kesulitan mengingat arah dan jalan, meskipun aku sudah pernah melewati area tersebut. Dalam hal ini, aku berbeda jauh dengan Ibu yang bisa dengan mudah memahami arah. Kadang aku heran, kenapa ya aku nggak mewarisi bakat Ibu?
Akibat kemampuanku itu, aku jadi sering kali buta arah. Bahkan, pun demikian ketika aku hanya mengitari area Semarang, padahal faktanya aku sudah bertahun-tahun tinggal di kota lumpia ini. Ujung-ujungnya, aku menepikan motor, lalu membuka aplikasi andalan sejuta umat, Google Map. Atau, mulai bertanya ke teman yang lebih dulu sampai ke lokasi tujuan.

